Ketika Cahaya Menyapamu
Gue selama ini ngerasa hidup gue baik-baik aja, nga ada yang salah, nga merasa kekurangan. Hampir tiap hari gue menjalankan aktivitas yang bisa dibilang yah gitu-gitu aja. Nga ada greget sama sekali. Sampai akhirnya gue masuk ke semester akhir kuliah, gue skripsian. Judul skripsi gue lumayan normal, tipikal mahasiswi rajin mungkin haha. Nah ketika gue skripsian ini, gue ngerasa ada yang beda. Ada yang ngetuk-ngetuk pintu hati maupun pikiran gue, tapi gue cuekin. Makin lama gue cuekin, makin nga tenang rasanya diri gue. Akhirnya gue ngaca, there is definitely something wrong with me.
Selama gue skripsian, masalah di Timur Tengah booming lagi. Palestina yang nga pernah nyerah dengan bombardir Israel, Suriah yang rusak akibat bobroknya pemerintahan, atau konflik-konflik di negara Teluk. Kejadian-kejadian tersebut bikin hati gue perih, pedih, sakit. Gue berpikir gimana kalo gue di posisi mereka? Yakin gue bisa sehebat mereka? Makan indomi aja masih minta dimasakin mamah. Apa kabar kalo gue tinggal di Timur Tengah?
Bersyukur, itu yang seharusnya sering-sering gue lakukan. Manusia sering banget lupa untuk bersyukur, termasuk gue. Allah itu baik, sangat malah. Gue masih males-malesan ngaji aja ttep disayang sama Dia. Guenya aja yang nga pernah sadar karena terlalu asik di dalam kegelapan. Kegelapan yang gue pikir dapat membuat gue aman. Kegelapan yang membuat gue berpikir kalo gue baik-baik aja. Sayangnya, gue nga sadar kalo gue terlalu lama dalam kegelapan. Kegelapan terkadang membawa kenyamanan, keamanan, tapi tanpa gue sadari ternyata kegelapan juga membawa bahaya yang nga bisa gue liat. Itu liciknya kegelapan, di satu sisi dia memberikan kenyamanan, di lain sisi dia membawa malapetaka.
Sekarang ini banyak orang-orang yang bangga di dalam kegelapan, hal tsb karena faktanya mereka nga tau kalo mereka di dalam kegelapan. Alhamdulillah, gue dikasih kesempatan sama Allah untuk menerima cahaya yang selama ini gue cuekin. Pas gue masuk ke dalam cahaya yang disediakan sama Allah, ternyata rasanya lebih nikmat, lebih nyaman dari yang selama ini gue rasakan ketika gue di dalam kegelapan; dan semua hal yang selama ini gue yakini baik-baik saja, terbuka sudah. Gue sadar pada akhirnya gue masih banyak harus belajar ttg Islam dan ttg diri gue sendiri. Nyaman ketika kalian dekat dengan Dia yang Maha Memiliki. Nyaman ketika kalian bisa curhat dgn Dia yang Maha Mendengar. Nyaman ketika kalian dapat meminta perlindungan dari Dia yang Maha Kuat.
Nga percaya? Coba kalian rasakan sendiri.
Selama gue skripsian, masalah di Timur Tengah booming lagi. Palestina yang nga pernah nyerah dengan bombardir Israel, Suriah yang rusak akibat bobroknya pemerintahan, atau konflik-konflik di negara Teluk. Kejadian-kejadian tersebut bikin hati gue perih, pedih, sakit. Gue berpikir gimana kalo gue di posisi mereka? Yakin gue bisa sehebat mereka? Makan indomi aja masih minta dimasakin mamah. Apa kabar kalo gue tinggal di Timur Tengah?
Bersyukur, itu yang seharusnya sering-sering gue lakukan. Manusia sering banget lupa untuk bersyukur, termasuk gue. Allah itu baik, sangat malah. Gue masih males-malesan ngaji aja ttep disayang sama Dia. Guenya aja yang nga pernah sadar karena terlalu asik di dalam kegelapan. Kegelapan yang gue pikir dapat membuat gue aman. Kegelapan yang membuat gue berpikir kalo gue baik-baik aja. Sayangnya, gue nga sadar kalo gue terlalu lama dalam kegelapan. Kegelapan terkadang membawa kenyamanan, keamanan, tapi tanpa gue sadari ternyata kegelapan juga membawa bahaya yang nga bisa gue liat. Itu liciknya kegelapan, di satu sisi dia memberikan kenyamanan, di lain sisi dia membawa malapetaka.
Sekarang ini banyak orang-orang yang bangga di dalam kegelapan, hal tsb karena faktanya mereka nga tau kalo mereka di dalam kegelapan. Alhamdulillah, gue dikasih kesempatan sama Allah untuk menerima cahaya yang selama ini gue cuekin. Pas gue masuk ke dalam cahaya yang disediakan sama Allah, ternyata rasanya lebih nikmat, lebih nyaman dari yang selama ini gue rasakan ketika gue di dalam kegelapan; dan semua hal yang selama ini gue yakini baik-baik saja, terbuka sudah. Gue sadar pada akhirnya gue masih banyak harus belajar ttg Islam dan ttg diri gue sendiri. Nyaman ketika kalian dekat dengan Dia yang Maha Memiliki. Nyaman ketika kalian bisa curhat dgn Dia yang Maha Mendengar. Nyaman ketika kalian dapat meminta perlindungan dari Dia yang Maha Kuat.
Nga percaya? Coba kalian rasakan sendiri.
Subhanallah Ria, suka sama ceritanya, mudah-mudahan bisa dpat cahaya juga kayak ria
BalasHapusOh hello! Thank you so much for reading one of my writing. I hope you will get your own light! Have a nice day!
Hapus